<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7782581912664569386</id><updated>2011-08-03T16:22:04.961-07:00</updated><title type='text'>Communty And Organization Development</title><subtitle type='html'>GROWING AWARENESS AND TRUST</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://lukasbayu.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7782581912664569386/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukasbayu.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Lukas Bayu Setyatmoko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12500886522109666113</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_0Xdmuop9eMM/SES6J6GZ4VI/AAAAAAAAAB0/E8iOWIWPcZ4/S220/Picture+157.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>12</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7782581912664569386.post-1163459202268176067</id><published>2010-01-06T21:09:00.000-08:00</published><updated>2010-01-07T05:45:10.234-08:00</updated><title type='text'>Program NGO yang Semakin Hambar</title><content type='html'>Ketika saya berkunjung ke beberapa daerah di Indonesia, perasaan saya sedikit agak terheran-heran ketika sedang mewawancarai dan berdiskusi dengan kelompok-kelompok masyarakat di berbagai daerah di Indonesia. Mereka semua begitu hafal dan sangat paham program-program dan strategi-strategi yang dilakukan oleh NGO. Masyarakat ini memang telah beberapa kali didampingi oleh beberapa NGO dengan program yang kurang lebih sama. Meskipun jika kita tanyakan pada NGO yang bersangkutan pasti dia klaim bahwa program yang dia lakukan berbeda dengan NGO sebelumnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya telah menjadi rahasia umum bahwa program-program yang dilakukan NGO tersebut sebenarnya relative sama, hanya “kemasan” atau “isunya” aja yang berbeda. Celakanya yang mengendap di masyarakat kebanyakan bukan isu atau kemasannya tetapi stimulannya yang rata-rata berkaitan dengan uang seperti simpan pinjam, bantuan usaha atau permodalan, revolving fund dan lain sebagainya. Bahkan di beberapa tempat masyarakat begitu fasih menceritakan strategi pelaksanaan program yang dilakukan oleh NGO yang kebetulan juga relative sama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada suatu contoh di suatu daerah di Indonesia, ketika saya datang ke daerah tersebut untuk melakukan evaluasi, masyarakat di daerah tersebut dengan begitu lugas menebak maksud kedatangan saya dan sekaligus mejelaskan kepada saya langkah-langkah yang akan dilakukan setelah kedatangan saya tersebut. Mereka dengan ringan mengatakan bahwa NGO yang datang kemari biasanya mengajak masyarakat untuk bikin kelompok, setelah kelompok terbentuk dilakukan pelatihan-pelatihan baru setelah pelatihan dilaksanakan diberi stimulan dana. Masyarakat tersebut menceritakannya sambil menunjuk beberapa nama NGO yang pernah berprogram di daerahnya. Pokoknya, apapun isunya ternyata pola-pola yang dilakukan NGO dalam melakukan programnya di masyarakat kurang lebih mirip seperti apa yang dikatakan masyarakat tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya sendiri sebenarnya tidak masalah apapun pola dan strategi yang dilakukan oleh NGO yang penting bisa memberikan perubahan yang lebih baik bagi masyarakat. Namun ternyata, dari berbagai daerah yang saya kunjungi tidak ada perubahan yang signifikan dari masyarakat terutama yang menyangkut kesejahteraan. Di sini berarti ada yang salah dari apa yang telah dilakukan oleh NGO selama ini. Pertanyaan-pertanyaan kritis perlu diungkapkan untuk menjawab banyaknya program yang hanya lari di tempat dan cenderung hambar. Artinya program tidak dapat memberikan sesuatu yang berarti bagi masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya menjadi keprihatinan bagi kita yang selama ini mengharap NGO sebagai salah satu agen perubahan di masyarakat. Ternyata, pola kerja NGO tak lebih sama dengan sebuah mesin produksi yang mengikuti standart juklak dan juknis, padahal yang mereka hadapi bukanlah masalah teknis semata tetapi juga masalah social, politik bahkan budaya. Menjadi sebuah paradok ketika tujuan utama dari program NGO yang seperti kesehatan, peningkatan usaha, pendidikan, lingkungan , kesetaraan gender dan lain sebagainya menjadi hanya sekedar “kemasan” ketika dilaksanakan di masyarakat. Sementara yang sebenarnya hanya sekedar stimulant (dana, modal usaha dll) malah menjadi utama. Pola-pola seperti ini pada akhirnya akan mengubah persepsi masyarakat tentang NGO yang tereduksi hanya sekedar sebuah lembaga keuangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menyadari memang tidak semua NGO melakukan hal yang demikian masih banyak NGO yang focus pada idealismenya dalam membantu perubahan di masyarakat, namun perlu juga dicatat bahwa NGO yang sudah menjadi “Hambar” tersebut juga tidaklah sedikit. Mereka juga cukup banyak dengan dana yang besar dan tersebar di berbagai pelosok daerah. Kita perlu bertanya apakah program-program NGO selama ini telah mampu meningkatkan kesadaran kritis dan produktivitas masyarakat atau justru meningkatkan konsumsi masyarakat?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7782581912664569386-1163459202268176067?l=lukasbayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.google.com' title='Program NGO yang Semakin Hambar'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukasbayu.blogspot.com/feeds/1163459202268176067/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7782581912664569386&amp;postID=1163459202268176067' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7782581912664569386/posts/default/1163459202268176067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7782581912664569386/posts/default/1163459202268176067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukasbayu.blogspot.com/2010/01/program-ngo-yang-semakin-hambar.html' title='Program NGO yang Semakin Hambar'/><author><name>Lukas Bayu Setyatmoko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12500886522109666113</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_0Xdmuop9eMM/SES6J6GZ4VI/AAAAAAAAAB0/E8iOWIWPcZ4/S220/Picture+157.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7782581912664569386.post-7676558237477914216</id><published>2010-01-05T20:06:00.001-08:00</published><updated>2010-01-05T20:06:10.622-08:00</updated><title type='text'>Pengembangan Masyarakat</title><content type='html'>Dalam pengertian umum Pengembangan Masyarakat selalu indentik dengan berbagai tindakan yang dilakukan untuk merespon atau mensikapi terhadap sebuah kondisi yang tidak baik bagi masyarakat. Baik itu kondisi ekonomi social, politik maupun lingkungan. Respon tersebut biasanya diwujudkan dalam bentuk-bentuk Pengembangan Masyarakat yang dimaksudkan untuk mengubah kondisi yang sedang masyarakat hadapi. Pengorganisasian yang dimaksudkan untuk mengubah kondisi yang lebih baik, dengan demikian upaya Pengembangan Masyarakat dipandang sebagai upaya untuk menghasilkan sebuah keadaan yang baru dan lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan Masyarakat juga diidentikan sebagai upaya penyadaran masyarakat tentang perlunya perubahan yang berangkat dari diri masyarakat sendiri. Pengembangan Masyarakat tidak mempercayai bahwa perubahan akan datang dengan sendirinya cepat atau lambat. Perubahan yang hakiki dalam bingkai Pengembangan Masyarakat adalah perubahan yang berangkat dari keadaan masyarakat dan masyarakat sendiri yang mengubahnya. Di sinilah urgensi Pengembangan Masyarakat dalam mendorong terjadinya perubahan yang bukan berasal dari luar masyarakat tetapi direncanakan secara sadar oleh masyarakat sendiri. Dalam rangka merencanakan perubahan inilah dibutuhkan upaya-upaya pengorganisasian yang terencana, terkendali dan berbasi pada kebutuhan masyarakat sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mewujudkan kondisi seperti diatas bukanlah suatu yang mudah, Kebiasaan masyarakat yang terbiasa dengan pola top-down (kebijakan yang telah ditentukan dari atas), paternalistic menjadi sebuah tantangan tersendiri dalam Pengembangan Masyarakat. Banyak strategi yang telah ditempuh oleh para perancang pengembangan masyarakat (Swasta, NGO dan Pemerintah), akan tetapi tidak begitu banyak yang efektif mampu mendorong kreatifitas masyarakat dalam mengidentifikasi dan mengatasi masalahnya sendiri secara tepat dan berkelanjutan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal kadangkala menurut pemahaman kita apa yang sudah kita lakukan di lapangan menunjukkan bahwa masyarakat dan pendamping masyarakat sudah melakukan perannya seperti yang diharapkan, namun disadari bahwa hasil yang dicapai belum maksimal bahkan tidak jarang gagal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengatasi hal tersebut ada dua hal yang paling mendasar yang seharusnya menjadi fokus perhatian yaitu: Pertama, upaya peningkatan dan pengembangan kemampuan masyarakat menjadi prioritas utama di dalam pengorganiasian masyarakat, agar masyarakat mampu melakukan perbaikan dan pembaharuan di wilayahnya yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan setempat. Kedua, upaya peningkatan dan pengembangan kemampuan para perencana dan fasilitator masyarakat dalam merancang dan mengelola program agar dapat mengidentifikasi permasalahan, merencanakan pemecahan masalah, melaksanakan, mengendalikan, dan mengembangkannya mampu berperan sebagai mitra sejajar dengan masyarakat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7782581912664569386-7676558237477914216?l=lukasbayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukasbayu.blogspot.com/feeds/7676558237477914216/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7782581912664569386&amp;postID=7676558237477914216' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7782581912664569386/posts/default/7676558237477914216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7782581912664569386/posts/default/7676558237477914216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukasbayu.blogspot.com/2010/01/pengembangan-masyarakat.html' title='Pengembangan Masyarakat'/><author><name>Lukas Bayu Setyatmoko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12500886522109666113</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_0Xdmuop9eMM/SES6J6GZ4VI/AAAAAAAAAB0/E8iOWIWPcZ4/S220/Picture+157.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7782581912664569386.post-6833775926410137520</id><published>2010-01-04T08:18:00.000-08:00</published><updated>2010-01-04T08:18:13.591-08:00</updated><title type='text'>Mobil Baru dan Makna Simbolik</title><content type='html'>Oleh: L. Bayu Setyatmoko&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan mengganti sejumlah mobil pejabat tinggi negara dengan Toyota Crown Royal Saloon 3.000 cc, seharga 1,3 Milyard jauh lebih mahal daripada mobil dinas sebelumnya yang harganya di bawah 1 milyard. Kontan kebijakan ini menuai kritik dari masyarakat yang menganggap pemerintahan SBY tidak peka terhadap kondisi masyarakat yang masih terperosok dalam lembah kemiskinan. Kebijakan ini menjadi sebuah paradok dari komitmen SBY dalam mengawal program penghematan nasional. Kesan yang selama ini banyak muncul dari masyarakat terhadap pemerinatahan SBY yang hanya beretorika dan mengejar citra seolah menjadi terlegitimasi dengan kebijakan pembelian mobil baru ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika melihat alasan yang dikemukakan oleh Mensesneg terkait dengan pembelian mobil baru ini, bahwa mobil lama yang telah dipakai selama 5 tahun sering masuk bengkel sehingga perlu diganti agar bisa menunjang kinerja para pejabat, jelas jauh dari logika berpikir masyarakat yang semakin kritis. Usia lima tahun untuk sebuah mobil di Indonesia relatif masih baru jika dibandingkan dengan usia rata-rata mobil yang banyak lalu lalang di jalan-jalan di Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita melihat mobil sebagai sarana untuk menunjang mobilitas kerja tentunya usia lima tahun sebuah mobil dengan perawatan yang baik masih cukup mampu untuk menunjang mobilitas kerja. Namun jika mobil dilihat sebagai simbol, status, prestise agar bisa mendapat kehormatan sebagai akibat dari pemakaian mobil yang lebih baru dan mewah, kebijakan regular pembelian mobil baru bagi pejabat tinggi adalah seuatu keharusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintahan SBY tampaknya lebih memilih mobil sebagai sarana penunjang pencitraan untuk memperkuat simbol, status dan kehormatan sebagai seorang pejabat tinggi Negara. Di sini telah terjadi pedegradasian terhadap nilai manfaat atau nilai guna mobil menjadi sekedar sebuah simbolik atau tanda. Simbol atau tanda inilah yang menopang citra-citra yang ditampakkan oleh para pejabat tinggi kita dalam rangka mempertegas status mereka sebagai seorang pejabat. Pembelian mobil ini jelas menafikan kebutuhan dan lebih mengedepankan hasrat kenikmatan, kehormatan, status, prestise dan identitas baru sebagai seorang pejabat tinggi negara. Kebijakan ini telah menunjukkan bahwa Negara telah memberikan contoh kepada rakyatnya agar menjadi masyarakat konsumer. Menurut Baudrillard fungsi utama objek-objek konsumer bukanlah pada kegunaan atau manfaatnya, melainkan lebih pada fungsi sebagai nilai tanda atau simbol.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7782581912664569386-6833775926410137520?l=lukasbayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukasbayu.blogspot.com/feeds/6833775926410137520/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7782581912664569386&amp;postID=6833775926410137520' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7782581912664569386/posts/default/6833775926410137520'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7782581912664569386/posts/default/6833775926410137520'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukasbayu.blogspot.com/2010/01/mobil-baru-dan-makna-simbolik.html' title='Mobil Baru dan Makna Simbolik'/><author><name>Lukas Bayu Setyatmoko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12500886522109666113</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_0Xdmuop9eMM/SES6J6GZ4VI/AAAAAAAAAB0/E8iOWIWPcZ4/S220/Picture+157.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7782581912664569386.post-2858572476375755711</id><published>2010-01-04T08:10:00.000-08:00</published><updated>2010-01-04T08:10:13.798-08:00</updated><title type='text'>Bendungan Itu Bernama Sekolah</title><content type='html'>”Apa yang sering dikerjakan oleh pendidikan? Dibendungnya aliran sungai yang bebas dan berkelok-kelok” Henry David Thoreau, 1850.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran pendidikan yang digambarkan oleh Henry David tersebut sangat cocok dalam melihat sistem pendidikan nasional kita. Kita melihat dan merasakan bagaimana pendidikan yang seharusnya membebaskan justru membendung jalan pembebasan individu dari hak-haknya dalam mengembangkan kreasi-kreasi dan bakat. Kita mungkin tidak pernah tahu sudah berapa banyak kreasi anak-anak sekolah kita yang telah terbendung, berapa banyak bakat mereka yang telah digugurkan, di ruang kelas sekolah-sekolah yang menekankan ”belajar” pada bidang-bidang tertentu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu bendungan yang sangat dahsyat dan telah mampu meneror sebagian besar anak sekolah kita adalah Ujian Akhir Nasional (UAN). Bulan-bulan terakhir ini, masyarakat kita yang mengalami stress tidak hanya para caleg yang baru saja gagal dalam perebutan kursi sebagai anggota dewan, tetapi juga anak-anak sekolah yang akan dan sedang menghadapi UAN. Betapa tidak stress anak yang rata-rata baru berumur belasan tahun harus dihadapkan pada sebuah pilihan hidup mati dalam menjalani pendidikan di sekolahnya. Meskipun ada pilihan alternatif bagi para anak sekolah untuk memilih program penyetaraan melalui ujian paket A,B, atau C, bagi mereka yang tidak berhasil dalam UAN. Akan tetapi, pilihan yang ditawarkan tersebut bukanlah sebagai sebuah solusi baik terutama jika dikaitkan dampak psikologis yang mungkin muncul dari siswa serta dampak sosial masyarakat kita yang sebagian besar masih memiliki pandangan yang sangat konservatif tentang pendidikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak berikutnya dari UAN ini adalah adanya usaha-usaha dari beberapa sekolah yang dianggap favorit untuk tetap mempertahankan kefavoritannya dengan cara meningkatkan standart kelulusan di atas rata-rata nasional. Beberapa waktu yang lalu saya sempat berbincang dengan salah seorang guru di sekolah favorit yang mengatakan bahwa untuk menjaga kefavoritan tersebut, seleksi sudah dimulai sejak anak mulai naik kelas empat. Siswa yang nilainya dianggap kurang untuk standart kelulusan sekolah favorit, siswa tersebut disarankan untuk pindah ke sekolah lain. Kondisi seperti ini tentunya sangat memprihatinkan, di mana dunia pendidikan seolah-olah hanya bisa dinikmati secara penuh bagi anak-anak yang jenius, cerdas dalam menerima materi-materi di sekolah. Sekolah yang seharusnya menjadi lembaga yang menyenangkan karena seharusnya menjadi tempat ekplorasi dan penemuan jati diri anak justru menjadi momok yang menakutkan bagi anak dan orang tua. Momok karena tidak semua anak suka dan mampu dengan model pengajaran yang menekankan ”isi” atau materi, sementara anak yang tidak bisa menerima materi secara baik harus merelakan dirinya untuk untuk siap-siap dieliminasi dari sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal pendidikan bukanlah sekedar untuk memasukkan materi kepada anak, tetapi yang lebih penting adalah mendorong anak belajar untuk menjadi pembelajar yang mandiri. Pendidikan tidaklah sekedar pendekatan sederhana tentang ”kebenaran dan ”realitas” yang bersifat objektif tetapi pendidikan adalah sebuah proses interpretasi yang kreatif dan aktif dari warga belajarnya. Bagi anak-anak sekolah yang biasa ”dicekoki” dengan beban ”isi” atau materi mungkin akan sangat fasih dalam berbagai mata pelajaran, akan tetapi apakah mereka juga cukup trampil dan kreatif dalam melihat kehidupan? Atau mereka malah apatis dan cenderung pragmatis dalam melihat kehidupan. Jika hal ini yang terjadi, sekolah sebagai agen utama pendidikan telah menanamkan bibit-bibit generasi instant di masa mendatang yang akan sangat membahayakan kehidupan bangsa dan negara. Ini berarti sekolah telah gagal dalam memberdayakan anak-anak bangsa untuk dapat memiliki kapasitas yang mampu secara terus menerus merespon perubahan. Sangat ironis jika keragaman bakat dan kreasi anak dibendung demi sebuah UAN dan citra sekolah favorit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta menunjukkan bahwa pendidikan kita tidak mampu mempersiapkan generasi yang dapat mengendalikan lingkungan yang berubah. Hal ini bisa dilihat dari melambatnya proses alih teknologi dan alih kelola sumber daya alam Indonesia yang berlimpah ini. Anak-anak yang dulunya dianggap jenius dan cerdas waktu sekolah cukup hanya menjadi buruh bagi perusahaan-perusahaan asing yang jumlahnya ratusan yang saat ini bercongkol di Indonesia. Dengan melihat keadaan Indonesia sekarang kita tidak akan pernah tahu sampai kapan perusahaan-perusahaan asing tersebut bertahan di negeri yang gemah ripah loh jinawi ini. Lalu dimanakah kreasi dan bakat anak bangsa yang jumlahnya lebih dari 200 juta ini? Kreasi dan bakat mereka secara sistematis telah ditenggelamkan sejak mereka masih duduk di bangku sekolah. Pada aspek politik, tranformasi politik yang mampu secara cepat membawa perubahan di bidang sosial dan ekonomi masyarakat belum bisa terwujud, sehingga sampai sekarang bangsa Indonesia masih berkumbang pada masalah kemiskinan yang berlarut-larut. Elit politik cenderung berperilaku pragmatis dalam menghadapi persoalan bangsa yang kompleks karena ini dianggap lebih populis dalam menarik hati rakyat daripadan pikiran-pikiran yang konseptual dan jangka panjang. Belum lagi yang menyangkut mentalitas masyarakat kita yang masih begitu rapuh karakternya dalam mengelola kehidupan. Kasus-kasus amoral, kriminal, bunuh diri, pembunuhan, korupsi, pemerkosaan, stress adalah peristiwa-peristiwa yang setiap hari memenuhi layar media kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan melihat fakta seperti ini, pertanyaan akan muncul bagaimana pendidikan kita selama ini? Meskipun fakta di atas sifatnya multifaktorial, secara langsung atau tidak pengaruhnya, kontribusi terbesar dalam menciptakan masa depan bangsa melalui pengembangan kapasitas masyarakat dalam rangka berpartisipasi dalam melakukan alih kelola sumber daya alam dan membentuk karakter bangsa yang kuat adalah pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;L. Bayu Setyatmoko&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Education and Training Consultant&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telp. 081393484055&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7782581912664569386-2858572476375755711?l=lukasbayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukasbayu.blogspot.com/feeds/2858572476375755711/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7782581912664569386&amp;postID=2858572476375755711' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7782581912664569386/posts/default/2858572476375755711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7782581912664569386/posts/default/2858572476375755711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukasbayu.blogspot.com/2010/01/bendungan-itu-bernama-sekolah.html' title='Bendungan Itu Bernama Sekolah'/><author><name>Lukas Bayu Setyatmoko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12500886522109666113</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_0Xdmuop9eMM/SES6J6GZ4VI/AAAAAAAAAB0/E8iOWIWPcZ4/S220/Picture+157.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7782581912664569386.post-4624247692230715988</id><published>2009-09-28T21:25:00.000-07:00</published><updated>2009-09-28T22:15:33.313-07:00</updated><title type='text'>EVALUATION ACTIVITY</title><content type='html'>&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="left"&gt;External Evaluator on Small Enterprise For Women Empowerment Project implemented by Adventist and Relief Agency (ADRA) Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="left"&gt;External Evaluator on Empowerment Of Institutional Human Resources And DAYAK Community In West Kalimantan – Indonesia conducted by Nusantara Social Solidarity Foundation-Pontianak&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="left"&gt;External Evaluator on Yogyakarta Earthquake Emergency Response to Extended Humanitarian Aid to Earthquake Survivors through its Partners Church World Service and DCA&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="left"&gt;As External Evaluator on Nias Emergency Response undertaken by World Vision-Nias&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="left"&gt;Assessor of Need Assessment for 20 Villages to support World Vision in planning and implementing the program in Nias,&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="left"&gt;Coordinator Team for Need Assessment for Conflict Prevention and Peace Building Project, supported by New Zealand Agency for International Development (NZAID)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="left"&gt;As Assessor, Need Assessment for preparing cooperation between NGO Development Program and Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Papua for period 2003-2005&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="left"&gt;As Evaluator on Internal Evaluation of Yayasan Indonesia Sejahtera’s Programs. The evaluation was a qualitative evaluation to study the impact of the YIS programs to the target community. The programs consisted: community health, sustainable urban development, NGO development, rural credit, community development training, and publication.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="left"&gt;As Evaluator on Participative Evaluation for STD and HIV/AIDS Care and Prevention Project in three provinces (Makassar, Bali, and NTT) conducted by Aus-AID&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7782581912664569386-4624247692230715988?l=lukasbayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukasbayu.blogspot.com/feeds/4624247692230715988/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7782581912664569386&amp;postID=4624247692230715988' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7782581912664569386/posts/default/4624247692230715988'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7782581912664569386/posts/default/4624247692230715988'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukasbayu.blogspot.com/2009/09/evaluation-activity.html' title='EVALUATION ACTIVITY'/><author><name>Lukas Bayu Setyatmoko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12500886522109666113</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_0Xdmuop9eMM/SES6J6GZ4VI/AAAAAAAAAB0/E8iOWIWPcZ4/S220/Picture+157.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7782581912664569386.post-3914376497033872884</id><published>2009-09-28T21:14:00.000-07:00</published><updated>2009-09-28T22:09:43.464-07:00</updated><title type='text'>TRAINING ACTIVITY</title><content type='html'>&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Facilitator on Strategic Planning for Board and Member of GKSS Synod conducted by GKSS Synod South Sulawesi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Consultant on Organization Development conducted by Matepe Makassar and EED Germany&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Facilitator on Community Facilitation for NGO Partner of LWR in Nias North Sumatra conducted by Lutheran World Relief (LWR) Medan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Facilitator on Facilitation Technique Disaster Risk Reduction conducted by YTBI Yogyakarta&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Facilitator on Monitoring and Evaluation conducted by World Vision Area Development Program Alor&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Facilitator on strategic planning conducted by Matepe Foundation Makassar&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Facilitator on Community Development Facilitator conducted by World Vision Banda Aceh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Facilitator on Design Project and Participatory Evaluation conducted by CWS Banda Aceh&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Facilitator on Training of Trainer For Disaster Risk Reduction conducted by YAKKUM Emergency Unit&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Master facilitator on Training Community Development Facilitator conducted by PFPM, British Council, IGGRG&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Training facilitator on Project Design for CWS staffs from Nias, Meulaboh and Banda Aceh&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Training facilitator on Project Design for CWS staffs&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="left"&gt;Training facilitator on Community Organizer-Community Development (COCD) conducted by CWS Yogyakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="left"&gt;Training facilitator on Training of Trainers YAKKUM staffs conducted by Yogyakarta Rehabilitation Center - YAKKUM&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="left"&gt;Training facilitator on Civic Participation in Managing Basic Public Service conducted by LGSP-USAID&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="left"&gt;Training facilitator on Participatory Evaluation for program development conducted by World Vision Indonesia - Nias&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="left"&gt;Training facilitator on Community Development Management for Field Workers of WVI Nias&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="left"&gt;Training facilitator on Training of Trainers for Field Workers of WVI Sumba Timur&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="left"&gt;Training facilitator for Field Workers of&lt;br /&gt;Empowering community Program in Perawang Pekanbaru conducted by PT Arara Abadi, Pekan Baru&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="left"&gt;Facilitator on Participatory Rural Appraisal Training conducted by Sebelas Maret University of Surakarta&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="left"&gt;Facilitator on Community Organizing and Non-Profit Organization Management conducted by Church World Service (CWS) Tentena, Central Sulawesi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="left"&gt;Facilitator on Training of Trainers For JICA’s partner in Makassar&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="left"&gt;Facilitator on Community Development Management Training and Conflict Resolution For YSTB’s staff and partners&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="left"&gt;Facilitator on Social Analysis Training for Catholic Relief Services’s (CRS) partners&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="left"&gt;Facilitator on Training of Trainers for Field Workers of Catholic Relief Services’s partners (CRS)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="left"&gt;Facilitator on Management Training for Finantara Intiga’s Field Worker, in Pontianak&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="left"&gt;Facilitator on Participatory Evaluation with the approach of Context, Input, Process, and Product (CIPP) in Kupang, conducted by AusAID&lt;br /&gt;As Evaluator and Assessor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7782581912664569386-3914376497033872884?l=lukasbayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukasbayu.blogspot.com/feeds/3914376497033872884/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7782581912664569386&amp;postID=3914376497033872884' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7782581912664569386/posts/default/3914376497033872884'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7782581912664569386/posts/default/3914376497033872884'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukasbayu.blogspot.com/2009/09/training-activity.html' title='TRAINING ACTIVITY'/><author><name>Lukas Bayu Setyatmoko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12500886522109666113</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_0Xdmuop9eMM/SES6J6GZ4VI/AAAAAAAAAB0/E8iOWIWPcZ4/S220/Picture+157.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7782581912664569386.post-7950245795909324422</id><published>2008-06-03T11:30:00.000-07:00</published><updated>2008-06-02T21:27:16.622-07:00</updated><title type='text'>L. Bayu Setyatmoko</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_0Xdmuop9eMM/SDYpbkjIxzI/AAAAAAAAAAM/KsJZqe0CnQo/s1600-h/101_0009.JPG"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#996633;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Who am I ? &lt;/span&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_0Xdmuop9eMM/SEOpv8KV4EI/AAAAAAAAAA4/g-TJ7nKLpV8/s1600-h/100_2153.jpg"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5207192235238875202" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" height="154" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_0Xdmuop9eMM/SEOpv8KV4EI/AAAAAAAAAA4/g-TJ7nKLpV8/s200/100_2153.jpg" width="133" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Nama lengkap Lukas Bayu Setyatmoko atau biasa dipanggil dengan Bayu adalah seorang yang aktif sebagaiTrainer, Evaluator dan Konsultan Pengembangan Masyarakat pada beberapa NGO, pemerintah dan perusahaan swasta di Indonesia.&lt;br /&gt;Bayu mengawali karir kerjanya sebagai dosen Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga dan sempat menjadi pembantu Ketua III pada Sekolah Tinggi Bahasa Asing Satya Wacana.&lt;br /&gt;Perhatiannya pada masalah-masalah pengembangan masyarakat dimulai sejak bergabung di Yayasan Indonesia Sejahtera Solo pada akhir tahun 1999 sebagai staf Divisi Pelatihan Pengembangan Masyarakat. Melalui lembaga inilah aktivitas pelatihan pengembangan masyarakat menjadi kegiatan sehari-hari bagi Bayu. Mulai dari merancang pelatihan, mengorganisir, pengembangan modul-modul pelatihan, dan mefasilitasi berbagai jenis pelatihan baik yang dilakukan oleh lembaga di mana dia bekerja atau diundang oleh lembaga lain. Berkat pengalaman memfasilitasi berbagai pelatihan pengembangarn masyarakat ini telah banyak lembaga (NGO) yang sering menggunakan jasanya sebagai fasilitator pelatihan. Seperti CWS, WVI sebagian besar Area Development Program di Indonesia, JICA, Aus-Aid, NZ-Aid, USAID-LGSP, EED, Oxfam, YSSN Pontianak, Yayasan Matepe Makassar, Finantara Intiga, Chistian Aid, YEU, MDM, Pemkab Mojokerto dan lain-lain.&lt;br /&gt;Jabatan terakhir di Yayasan Indonesia Sejahtera adalah sebagai Kepala Divisi Konsultasi dan Pelatihan sejak tahun 2001 sampai 2008.&lt;br /&gt;Disamping sebagai fasilitator Bayu juga banyak terlibat dalam kegiatan evaluasi program khususnya pada NGO-NGO yang membutuhkan informasi mengenai efektivitas program dan rekomendasi terhadap program yang sedang dan sudah dilaksanakan. Beberapa lembaga atau proyek yang pernah dievaluasi seperti proyek Pencegahan HIV-AIDS di tiga provinsi NTT, Sulsel, dan Bali yang dilakukan oleh Pemkab dan LSM lokal yang didukung oleh Ausaid, Program Emergency Response oleh CWS Yogyakarta, Program Emergency Response World Vision Nias dan Program Pertanian Organik oleh Yayasan Sosial Solidaritas Nusantanra Pontianak.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7782581912664569386-7950245795909324422?l=lukasbayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukasbayu.blogspot.com/feeds/7950245795909324422/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7782581912664569386&amp;postID=7950245795909324422' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7782581912664569386/posts/default/7950245795909324422'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7782581912664569386/posts/default/7950245795909324422'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukasbayu.blogspot.com/2008/05/l-bayu-setyatmoko.html' title='L. Bayu Setyatmoko'/><author><name>Lukas Bayu Setyatmoko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12500886522109666113</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_0Xdmuop9eMM/SES6J6GZ4VI/AAAAAAAAAB0/E8iOWIWPcZ4/S220/Picture+157.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_0Xdmuop9eMM/SEOpv8KV4EI/AAAAAAAAAA4/g-TJ7nKLpV8/s72-c/100_2153.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7782581912664569386.post-3569527178734773860</id><published>2008-06-02T18:39:00.000-07:00</published><updated>2009-09-28T21:12:39.878-07:00</updated><title type='text'>EMPLOYMENT RECORDS LUKAS BAYU SETYATMOKO</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_0Xdmuop9eMM/SESkndQS0RI/AAAAAAAAABA/cAdDSAtdmlg/s1600-h/CV.+L.+Bayu+Setyatmoko_Page_1.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_0Xdmuop9eMM/SESkoGNr-wI/AAAAAAAAABI/6mSHzyHSlNk/s1600-h/CV.+L.+Bayu+Setyatmoko_Page_2.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_0Xdmuop9eMM/SESkodSpr3I/AAAAAAAAABQ/QN885edthyE/s1600-h/CV.+L.+Bayu+Setyatmoko_Page_3.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#000099;"&gt;Employment Records&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;From July 2008-present&lt;br /&gt;Position held:&lt;br /&gt;Trainer and Capacity Building Consultant For Evangelischer Entwicklungsdienst (EED) Partners in Indonesia under coordination by Indonesia Support Facilitation (InSuFa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Responsible for&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Preparing, implementing and reporting capacity building consultation for EED Partners. Consultation is consist of organizational development, strategic planning, program evaluation, and program development&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;From July 2000 – 2006 and 2007-2008&lt;br /&gt;Position held:&lt;br /&gt;Head of Training and Consulting in Yayasan Indonesia Sejahtera Solo&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Responsible For:&lt;br /&gt;Training Organizing, Module Development, Training Design, conducting community development consultation with partners, handling communication with ngo, government, and private partners&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;February- December 2006&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Position held:&lt;br /&gt;Head of Micro Business and Self-help Group Development in Yayasan Indonesia Sejahtera&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Responsible for:&lt;br /&gt;Micro business mapping, self-help group development, and economic development for self-help group members&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;From March 2004 – September 2005&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Position held:&lt;br /&gt;Training Module Specialist on New Zealand Agency for International Development&lt;br /&gt;For the Project of Conflict Prevention and Peace Building in Kupang, Kendari, and Polman, Supported by New Zealand Agency for International Development (NZAID)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Responsible for:&lt;br /&gt;Curriculum and module development, Training Needs Assessment in beneficiaries, training organizing and Training Facilitator&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;From March 2004 – September 2005&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Position held:&lt;br /&gt;Education Coordinator Supported by NZAID&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Responsible For&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assessing schools and primary teachers in Kupang, Kendari and Poliwale Mandar, were made into pilot project, building collaboration between school and community (self-help group), and children entrepreneur development through redesign school curricula according to competency based.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_0Xdmuop9eMM/SESkozOM6yI/AAAAAAAAABY/Pc9Z_LMtCRQ/s1600-h/CV.+L.+Bayu+Setyatmoko_Page_4.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_0Xdmuop9eMM/SESkppSgVLI/AAAAAAAAABg/nqsPQLXJbiE/s1600-h/CV.+L.+Bayu+Setyatmoko_Page_5.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7782581912664569386-3569527178734773860?l=lukasbayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukasbayu.blogspot.com/feeds/3569527178734773860/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7782581912664569386&amp;postID=3569527178734773860' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7782581912664569386/posts/default/3569527178734773860'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7782581912664569386/posts/default/3569527178734773860'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukasbayu.blogspot.com/2008/06/curriculum-vitae.html' title='EMPLOYMENT RECORDS LUKAS BAYU SETYATMOKO'/><author><name>Lukas Bayu Setyatmoko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12500886522109666113</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_0Xdmuop9eMM/SES6J6GZ4VI/AAAAAAAAAB0/E8iOWIWPcZ4/S220/Picture+157.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7782581912664569386.post-5425886152831982915</id><published>2008-06-02T01:07:00.000-07:00</published><updated>2008-06-02T01:10:20.386-07:00</updated><title type='text'>Hubungi Saya</title><content type='html'>L. Bayu Setyatmoko&lt;br /&gt;Hand Phone: 081393484055&lt;br /&gt;Email: &lt;a href="mailto:elbayues@yahoo.com"&gt;elbayues@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Rumah: Jl. Purbaya 3 No 37 Salatiga&lt;br /&gt;Telepone: 0298315622&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7782581912664569386-5425886152831982915?l=lukasbayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukasbayu.blogspot.com/feeds/5425886152831982915/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7782581912664569386&amp;postID=5425886152831982915' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7782581912664569386/posts/default/5425886152831982915'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7782581912664569386/posts/default/5425886152831982915'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukasbayu.blogspot.com/2008/06/hubungi-saya.html' title='Hubungi Saya'/><author><name>Lukas Bayu Setyatmoko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12500886522109666113</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_0Xdmuop9eMM/SES6J6GZ4VI/AAAAAAAAAB0/E8iOWIWPcZ4/S220/Picture+157.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7782581912664569386.post-8142891825856511431</id><published>2008-05-22T19:50:00.000-07:00</published><updated>2008-06-02T19:17:14.371-07:00</updated><title type='text'>Modul Pelatihan</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;strong&gt;Modul-Modul Pelatihan berikut ini telah sering digunakan untuk pelatihan yang diangkat dari pengalaman dalam melakukan pendampingan dan konsultasi pengembangan masyarakat pada beberapa lembaga&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;&lt;strong&gt;Modul Pelatihan Pelatih&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Materi:&lt;br /&gt;§ Partisipatif&lt;br /&gt;§ Peran pelatih dan warga belajar dalam proses belajar&lt;br /&gt;§ Metode dan Alat Bantu Belajar&lt;br /&gt;§ Evaluasi Pelatihan&lt;br /&gt;§ Teknik Fasilitasi&lt;br /&gt;§ Praktek Melatih&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_0Xdmuop9eMM/SEOUJ9OlePI/AAAAAAAAAAg/nQXY_vCjm4k/s1600-h/100_2145.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5207168492945897714" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_0Xdmuop9eMM/SEOUJ9OlePI/AAAAAAAAAAg/nQXY_vCjm4k/s200/100_2145.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;&lt;strong&gt;Modul Pelatihan Pengembangan Program&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Materi:&lt;br /&gt;§ Konsep Pemberdayaan Masyarakat&lt;br /&gt;§ Teknik project design&lt;br /&gt;§ Perumusan Masalah&lt;br /&gt;§ Perencanaan Program&lt;br /&gt;§ Monitoring Evaluasi&lt;br /&gt;§ Menyusun proposal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;&lt;strong&gt;Modul Evaluasi Partisipatif&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Materi:&lt;br /&gt;§ Pengantar Metodologi Penelitian&lt;br /&gt;§ Evaluasi dengan Kerangka Pikir CIPP&lt;br /&gt;§ Teknik Pengumpulan Data&lt;br /&gt;§ Teknik Analisis dalam Evaluasi Kualitatif (CIPP)&lt;br /&gt;§ Teknik Penyusunan Proposal/ Desain Evaluasi&lt;br /&gt;§ Teknik Penulisan Laporan&lt;br /&gt;§ Penyusunan Proposal Evaluasi (RKTL)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;&lt;strong&gt;Modul Perencanaan Program yang Partisipatif dan Kontekstual&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Materi:&lt;br /&gt;§ Hakekat Perencanaan Program&lt;br /&gt;§ Mengenal Perencanaan Partisipatif&lt;br /&gt;§ Berbagai Model perencanaan Partisipatif&lt;br /&gt;§ Perencanaan yang patisiapatif dan kotekstual&lt;br /&gt;§ Metode CIPP dalam perencaanaan Partisipatif&lt;br /&gt;§ Teknik penyusunan Perencanaan dengan metode CIPP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;&lt;strong&gt;Modul Manajemen Usaha Mikro&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Materi:&lt;br /&gt;§ Konsep Dasar Ekora&lt;br /&gt;- Konsep Ekonomi Rakyat&lt;br /&gt;- Konsep Usaha Mikro&lt;br /&gt;§ Pendamping Usaha Mikro&lt;br /&gt;- Profile Pendamping Usaha Mikro&lt;br /&gt;- Ketrampilan Dasar Pendamping Usaha Mikro&lt;br /&gt;§ Manajemen Usaha Mikro&lt;br /&gt;- Manajemen Produksi&lt;br /&gt;- Manajemen Pemasaran&lt;br /&gt;- Manajemen Permodalan&lt;br /&gt;- Manajemen Sumber Daya Manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;&lt;strong&gt;Modul Manajemen Kredit Mikro&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Materi:&lt;br /&gt;§ Konsep Kredit Mikro&lt;br /&gt;§ Mobilisasi Dana&lt;br /&gt;§ Manajemen Perkreditan&lt;br /&gt;§ Analisa Permohonan Kredit&lt;br /&gt;§ Pengelolaan Kredit bermasalah&lt;br /&gt;§ Pembukuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;&lt;strong&gt;Modul Revolving Fund&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Materi:&lt;br /&gt;§ Pengertian dan prinsip dana bergulir&lt;br /&gt;§ Manfaat Dana Bergulir&lt;br /&gt;§ Mengenal Kelompok Masyarakat&lt;br /&gt;§ Pembukuan Dana Pinjaman Bergulir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;&lt;strong&gt;Modul Analisa Sosial&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Materi:&lt;br /&gt;Pengertian Analisa Sosial&lt;br /&gt;Manfaat Analisa Sosial&lt;br /&gt;Metode Analisa Sosial&lt;br /&gt;Tafsir Realitas Sosial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;&lt;strong&gt;Modul Pengembangan Kelompok Swadaya Masyarakat&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Materi:&lt;br /&gt;§ Konsep Dasar KSM&lt;br /&gt;§ Metode &amp;amp; Strategi Penumbuhan KSM&lt;br /&gt;§ Konsep Pembukuan KSM&lt;br /&gt;§ Prinsip dan Praktek Pembukuan KSM&lt;br /&gt;§ Analisa Keuangan KSM&lt;br /&gt;§ Pembagian SHU&lt;br /&gt;§ Pemeriksaan Keuangan&lt;br /&gt;§ Prinsip dan Manfaat Tabungan/ Pinjaman&lt;br /&gt;§ Analisa Pinjaman Anggota&lt;br /&gt;§ Monitoring KSM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;&lt;strong&gt;Modul Fasilitasi Pengembangan Kelompok&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Materi:&lt;br /&gt;§ Teknik Persiapan Sosial&lt;br /&gt;§ Interaksi dalam Kelompok&lt;br /&gt;§ Pengorganisasian masyarakat&lt;br /&gt;§ Teknik pengelolaan kelompok&lt;br /&gt;§ Teknik fasilitasi dalam kelompok&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7782581912664569386-8142891825856511431?l=lukasbayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukasbayu.blogspot.com/feeds/8142891825856511431/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7782581912664569386&amp;postID=8142891825856511431' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7782581912664569386/posts/default/8142891825856511431'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7782581912664569386/posts/default/8142891825856511431'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukasbayu.blogspot.com/2008/05/modul-pelatihan.html' title='Modul Pelatihan'/><author><name>Lukas Bayu Setyatmoko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12500886522109666113</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_0Xdmuop9eMM/SES6J6GZ4VI/AAAAAAAAAB0/E8iOWIWPcZ4/S220/Picture+157.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_0Xdmuop9eMM/SEOUJ9OlePI/AAAAAAAAAAg/nQXY_vCjm4k/s72-c/100_2145.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7782581912664569386.post-5294610541766883845</id><published>2008-05-22T19:46:00.000-07:00</published><updated>2008-06-02T19:12:22.629-07:00</updated><title type='text'>Fasilitasi Pelatihan-Pelatihan Pengembangan Masyarakat</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_0Xdmuop9eMM/SEOYylkWMwI/AAAAAAAAAAo/OtmIUSYm-sc/s1600-h/PICT2861.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5207173589015868162" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_0Xdmuop9eMM/SEOYylkWMwI/AAAAAAAAAAo/OtmIUSYm-sc/s200/PICT2861.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Training of Trainer Untuk Perubahan dan Pengembangan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan utama dari pelatihan ini adalah membangun perubahan dan suasana belajar mengajar melalui pelatihan yang efetif dan partisipatif. Pelatihan ini akan mendorong peningkatan knowledge, skills and attitudes yang disyaratkan untuk menjadi fasilitator yang efektif. Selama proses pelatihan peserta akan sebuah pemahaman dari dasar teroritis bagaimana manusia belajar dan mengintergrasikan pengetahuan barunya dalam praktek bersama dengan pembelajaran yang praktis dan teknik-teknik yang dapat diterapkan dalam menyelenggarakan fasilitasi pengembangan masyarakat. Di samping itu para peserta juga akan belajra bagaimana training needs assessment melalui berbagai kasus-kasus nyata. Pelatihan secara khsusus akan fokus pada metode pelatihan partisipatif terutama pada berbagai ketrampilan dan teknik fasilitasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Pelatihan Evaluasi yang Partisipatif dan Kontekstual&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Pelatihan ini mencoba untuk membekali para pelaksana program untuk melakukan evaluasi formatif maupun sumatif yang bertujuan untuk perbaikan dan pembenahan program dengan kerangka pikir CIPP (context, input, process, dan product). Untuk menjaga dinamika pelatihan, digunakan berbagai metode dengan pendekatan partisipatif sehingga tercipta proses belajar secara dinamis. Peserta juga akan melakukan praktek secara langsung mengevaluasi sebuah program pengembangan masyarakat dan merumuskannya dalam sebuah laporan evaluasi program. Pada akhir pelatihan peserta akan mendapat kerangka evaluasi partisipatif secara praktis dan dapat diterapkan secara langsung pada programnya masing-masing. Materi-materi akan disajikan dalam mendukung ketrampilan dan peningkatan kemampuan peserta di bidang evaluasi program yaitu Pengantar Metodologi Penelitian, Evaluasi dengan Kerangka Pikir CIPP, Teknik Pengumpulan Data, Perangkat/ Instrumen Evaluasi Kualitatif, Teknik Analisis dalam Evaluasi Kualitatif (CIPP), Teknik Penulisan Laporan, Teknik Penyusunan Proposal/ Desain Evaluasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;&lt;strong&gt;Pelatihan Fasilitasi Pengembangan Kelompok&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Soliditas kelompok masyarakat dalam melaksanakan pengembangan masyarakat sangat berperan penting dalam menuju proses kemandirian kelompok. Seringkali keberadaan para pendamping masyarakat (field worker) dalam membangun soliditas kelompok memiliki peran sentral. Untuk itu Ketrampilan para pendamping masyarakat dalam membangun soliditas kelompok sangat diperlukan. Pelatihan ini akan memberikan peserta berbagai pengetahuan praktis dan kontekstual melalui materi: Persiapan Sosial, interkasi dalam kelompok, pengorganisasian masyarakat, teknik pengelolaan kelompok, dan ketrampilan fasilitasi dalam kelompok. Melalui praktek langsung di kelas maupun di luar kelas akan memberikan kepada para peserta pengalaman secara langsung dan berbagai pembelajaran yang akan ditemukan dalam proses ini. Pada bagian akhir pelatihan peserta akan diberikan tips-tips penting dalam pendampingan kelompok yang diangkat dari berbagai pengalamana sebagai hasil pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;&lt;strong&gt;Pelatihan Pengembangan Usaha Mikro&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tujuan pelatihan untuk mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan kemampuan peserta dalam medampingi pengusaha mikro mengelola usaha maupun para pengusaha mikro yang memiliki masalah dalam usahanya. Setelah mengikuti palatihan usaha mikro secara penuh peserta akan mampu mengenal permasalahan-permasalahan pengembangan Usaha Mikro, memperoleh masukan tentang pemecahan masalah pengembangan Usaha Mikro, trampil dalam memotivasi kelompok dampingannya untuk mengembangkan Usaha Mikro. Ada tiga topik utama yang akan dibahas dalam pelatihan pengembangan ini yaitu konsep usaha mikro, pendamping usaha mikro, dan manajemen usaha mikro. Metode pembelajaran yang partisipatif dan praktis akan menjadai dasar dalam setiap topik yang disajikan oleh fasilitator. Di samping itu pula peserta akan diajak melihat secara langsung praktek pendampingan dan pengembangan usaha mikro. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;&lt;strong&gt;Manajemen Program&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Tujuan pelatihan untuk mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan yang dibutuhkan untuk mengelola program. Focus dari pelatihan ini pada fungsi dan peran pendekatan program yang partisipatif dan kontektual dan implementasinya dalam pengelolaan program. Materi-materi pelatihan meliputi needs assessment analisis, identifikasi dan perumusan masalah, perencanaan program, pelaksanaan program, monitoring dan evaluasi, serta fund rising. Aspek keuangan dan pengelolaan sumber daya manusia dikenalkan sebagai sebuah konsep keberlanjutan. Pada akhir pelatihan peserta akan menerima sebuah hasil pembelajaran dan juga sebuah rancangan aksi tindak lanjut. Pelatihan akan menggunakan metode kelas, penugasan praktis dan studi lapangan.&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;&lt;strong&gt;Pelatihan Manajemen Kredit Mikro&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Tujuan pelatihan untuk mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan yang dibutuhkan untuk mengelola program kredit dalam bidang Manajemen Kredit Mikro. Focus dari pelatihan adalah mendorong para peserta trampil dan memiliki pengetahuan dalam menggali potensi sumber dana yang mendukung kegiatan di tingkat masyarakat, mengerti pengelolaan kredit/ Pinjaman, dan mengerti visi-misi lembaga keuangan formal maupun Informal penugasan praktis dan studi lapangan. Untuk memudahkan pemahaman peserta terhadap materi pelatihan, akan diperergunakan berbagai metode partisipasi yang ber tumpu pada pengalaman yang disertai dengan latihan-latihan praktis. Materi-materi pelatihan meliputi Mobilisasi Dana, Manajemen Perkreditan, Analisa Permobonan Kredit, Pengelolaan Kredit bermasalah, Pembukuan, Penyusunan Rencana Pemecahan Masalah&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;&lt;strong&gt;Community Based Disaster Risk Management (CBDRM)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Community Based Disaster Risk Management memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh ketrampilan dan pengetahuan bagaimana merancang dan melaksanakan program dalam mengurangi resiko dan kerawanan terhadap bencana melalui pengembangan masyarakat dalam mempromosikan sebuah “culture of safety. Melalui latihan dan simulasi para peserta akan menganalisa sebuah bencana dan membuat perencanaan pengelolaan resiko bencana. Di samping itu para peserta akan mendapatkan kesempatan untuk belajar mengenai globally acknowledged programs pada community based disaster risk management dari praktisi yang pernah langsung menangani program bencana. Secara khusus berbagai kasus akan dimunculkan melalui pembelajaran pengelolaa bencana di Aceh dan Nias.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelatihan lain&lt;br /&gt;Pelatihan Project Design&lt;br /&gt;Pelatihan Pengembangan Kelompok Swadaya Masyarakat&lt;br /&gt;Pelatihan Revolving Fund&lt;br /&gt;Pelatihan Analisa Sosial&lt;br /&gt;Training Need Assessment&lt;br /&gt;Pelatihan Pengembangan Kurikulum&lt;br /&gt;dll&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7782581912664569386-5294610541766883845?l=lukasbayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukasbayu.blogspot.com/feeds/5294610541766883845/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7782581912664569386&amp;postID=5294610541766883845' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7782581912664569386/posts/default/5294610541766883845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7782581912664569386/posts/default/5294610541766883845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukasbayu.blogspot.com/2008/05/fasilitasi-pelatihan-pelatihan.html' title='Fasilitasi Pelatihan-Pelatihan Pengembangan Masyarakat'/><author><name>Lukas Bayu Setyatmoko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12500886522109666113</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_0Xdmuop9eMM/SES6J6GZ4VI/AAAAAAAAAB0/E8iOWIWPcZ4/S220/Picture+157.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_0Xdmuop9eMM/SEOYylkWMwI/AAAAAAAAAAo/OtmIUSYm-sc/s72-c/PICT2861.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7782581912664569386.post-7515095901036622692</id><published>2008-05-22T19:31:00.000-07:00</published><updated>2008-06-02T19:14:54.601-07:00</updated><title type='text'>Kegiatan Utama</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt; &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#666600;"&gt;Kegiatan-Kegiatan Pengembangan Masyarakat&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5207176478179093618" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_0Xdmuop9eMM/SEObawiibHI/AAAAAAAAAAw/hNlF3ooFLbs/s200/Foto+training+dan+monev+project+design+203.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#333399;"&gt;Fasilitator Pengembangan Masyarakat&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Menyediakan jasa fasilitator pengembangan masyarakat yang memiliki kemampuan dan ketrampilan memfasilitasi pelatihan partisipatif dengan menerapkan prinsip-prinsip pendidikan orang dewasa melalui metode yang interaktif dan partisipatif sehingga dapat mendorong suasana belajar yang efektif dan menyenangkan bagi peserta pelatihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#333399;"&gt;&lt;strong&gt;Menyusun dan Mengembangkan Modul-Modul Pelatihan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menyusun dan memberikan konsultasi pembuatan modul-modul pelatihan yang menarik, sistematis dan mudah dipahami. Tidak sekedar menyusun materi bacaan tetapi juga menyusun modul fasilitator yang akan membantu para fasilitator memfasilitasi pelatihan tanpa harus mengurangi daya kreasi dan improvisasi fasilitator.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#333399;"&gt;&lt;strong&gt;Merancang Program Pelatihan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bagi lembaga yang memiliki kesulitan dalam merancang pengembangan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan lembaga atau masyarakat (Jika NGO), kami menyediakan jasa konsultasi mulai dari Training Need Assessment sampai pada kurikulum pelatihan. Tujuan akhirnya adalah pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan oleh suatu lembaga senantiasa mendukung kapasaitas sumber daya manusia dalam melaksanakan program utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#333399;"&gt;&lt;strong&gt;Evaluasi Partisipatif Program Pengembangan Masyarakat&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Membantu para pelaksana dan mengelola program untuk dapat melihat aktivitas programnya secara holistic dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan agar dapat melihat kelemahan dan keberhasilan program dari berbagai perspektif. Holistik karena kerangka pikir yang digunakan adalah melihat semua komponen program yang saling mempengaruhi yaitu context, input, process dan product (CIPP). Di samping itu strategi evaluasi tidak bersifat interogratif tetapi reflektif sebagai bagian dari proses belajar untuk mengembangkan program yang lebih baik.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7782581912664569386-7515095901036622692?l=lukasbayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukasbayu.blogspot.com/feeds/7515095901036622692/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7782581912664569386&amp;postID=7515095901036622692' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7782581912664569386/posts/default/7515095901036622692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7782581912664569386/posts/default/7515095901036622692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukasbayu.blogspot.com/2008/05/kegiatan-utama.html' title='Kegiatan Utama'/><author><name>Lukas Bayu Setyatmoko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12500886522109666113</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_0Xdmuop9eMM/SES6J6GZ4VI/AAAAAAAAAB0/E8iOWIWPcZ4/S220/Picture+157.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_0Xdmuop9eMM/SEObawiibHI/AAAAAAAAAAw/hNlF3ooFLbs/s72-c/Foto+training+dan+monev+project+design+203.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
